ruang seimbangBuka aplikasi ↗
Makan & Nutrisi

Kalori Keju Slice dan Keju Parut: Porsi yang Perlu Dibandingkan

Satu lembar keju dan satu genggam keju parut belum tentu sama berat. Pelajari cara membaca porsi agar tambahan keju tidak terlewat.

Sampul editorial perbandingan porsi keju slice dan keju parut

Keju selembar di roti mudah terlihat porsinya. Tetapi saat keju diparut di atas mi atau camilan, jumlahnya bisa bertambah tanpa terasa. Kalau ingin tahu kalorinya, apakah satu lembar dapat dianggap sama dengan satu sendok keju parut?

Belum tentu. Kalori keju bergantung pada jenis produk dan berat yang dimakan. Bentuk lembaran, parutan, dan olesan membantu mengenali cara penyajian, tetapi tidak cukup untuk menentukan kalori tanpa melihat takaran pada label.

Untuk gambaran, entri keju pada TKPI mencantumkan sekitar 326 kkal per 100 gram. Porsi 20 gram dengan acuan itu sekitar 65 kkal. Ini bukan angka baku satu lembar: keju olahan dalam kemasan dapat memiliki berat dan komposisi berbeda, sehingga label produk tetap menjadi pilihan acuan yang lebih sesuai.

Untuk keju slice, periksa berat per lembar

Mulai dari informasi nilai gizi. Ada produk yang mencantumkan satu lembar sebagai satu sajian, ada juga yang memakai gram atau beberapa lembar. Pastikan jumlah yang kamu ambil sesuai dengan acuan itu.

Sebagai contoh hipotetis, label menyebut dua lembar seberat total 40 gram mengandung 120 kkal. Satu lembar dari produk tersebut kira-kira 60 kkal, dan tiga lembar sekitar 180 kkal. Angka contoh ini tidak bisa langsung dipakai untuk keju lain yang ketebalan dan komposisinya berbeda.

Untuk keju parut, timbang sebelum diratakan

Keju parut mudah terlihat banyak karena ada ruang di antara serpihannya. Sendok yang dipadatkan, sendok munjung, dan taburan tipis bisa memiliki berat berbeda. Jika sering memakai keju, sekali-dua kali menimbang dapat membantu kamu mengenali takaran yang biasa diambil.

  1. Letakkan wadah kosong di timbangan dan nolkan.
  2. Parut atau tuang keju yang hendak dimakan ke wadah.
  3. Gunakan berat itu bersama energi per sajian pada kemasan.
  4. Tambahkan keju sebagai bagian resep atau topping; pilih salah satunya agar tidak terhitung dua kali.

Jika label contoh tadi berbasis 40 gram dan kamu memakai 10 gram, hitung seperempat energinya: 30 kkal. Ini contoh pembagian porsi, bukan perkiraan satu sendok keju parut pada semua produk.

Keju oles dan keju olahan tidak selalu setara

Nama “keju” dapat mencakup produk dengan komposisi yang berbeda. Karena itu, jangan menyalin nilai keju cheddar ke cream cheese atau menganggap produk rendah lemak pasti boleh digunakan tanpa batas. Bandingkan energi, protein, lemak jenuh, dan natrium pada jumlah yang sama ketika memilih produk.

Untuk makanan yang dibeli, tidak selalu mungkin mengetahui berat topping. Pilih menu yang deskripsinya sudah menyertakan keju jika tersedia. Jika memakai entri makanan polos, barulah tambahkan perkiraan kejunya. Dua pendekatan ini sama-sama berguna asalkan tidak dicampur untuk porsi yang sama.

Mulai dari topping yang paling sering kamu pakai

Kamu tidak perlu mengukur setiap serpihan selamanya. Cukup kenali satu porsi keju untuk roti sarapan atau camilan favoritmu, kemudian pertahankan acuan yang konsisten. Periksa ulang saat ganti merek atau ukuran lembaran.

Saat mencatat di Ruang Seimbang, tuliskan menu beserta jumlah kejunya. Catatan “roti dengan dua lembar keju” jauh lebih mudah dipahami kembali daripada sekadar “roti”, terutama jika kamu sedang mencari tahu kebiasaan makan sehari-hari.

Sumber dan acuan

← Kembali ke semua artikel