ruang seimbangBuka aplikasi ↗
Makan & Nutrisi

Kalori Kue Cubit: Per Buah, Per Porsi, dan Tambahan Topping

Model kue cubit polos sekitar 37 kkal per buah bila dibuat 20 buah kecil. Lihat hitungan per porsi dan cara menambahkan cokelat, keju, atau topping lain.

Sampul editorial Ruang Seimbang: Kalori Kue Cubit: Per Buah, Per Porsi, dan Tambahan Topping

Satu porsi kue cubit kadang berisi enam buah, kadang lebih, dengan pilihan topping yang tidak sama. Karena ukurannya kecil, mudah menghitung satu porsi sebagai satu kue, padahal yang dimakan beberapa cetakan sekaligus.

Contoh model kue cubit polos di bawah sekitar 37 kkal per buah bila seluruh adonan menghasilkan 20 buah kecil setara. Enam buah sekitar 222 kkal sebelum topping tambahan. Angka ini bukan informasi gizi semua gerai, cetakan, atau varian kue cubit.

Model dasar kue cubit polos

Berikut model perhitungan ilustratif, bukan resep yang telah diuji hasil matangnya atau hasil uji laboratorium. Bahan berkalori yang dihitung adalah:

  • Tepung terigu 100 g, dengan acuan 333 kkal per 100 g: sekitar 333.0 kkal (AP025).
  • Gula putih 50 g, dengan acuan 394 kkal per 100 g: sekitar 197.0 kkal (MP007).
  • Telur ayam ras mentah tanpa cangkang 50 g, dengan acuan 154 kkal per 100 g: sekitar 77.0 kkal (HR002).
  • Susu sapi segar 100 g, dengan acuan 61 kkal per 100 g: sekitar 61.0 kkal (JR006).
  • Margarin 10 g, dengan acuan 720 kkal per 100 g: sekitar 72.0 kkal (KP001).

Total model sekitar 740 kkal. Seluruh bahan diasumsikan masuk ke hasil kue yang dibagi menjadi 20 buah sama besar. Margarin pada model sudah termasuk; olesan cetakan tambahan, cokelat, keju, dan susu kental manis belum termasuk. Air dan garam tidak menambah energi pada model ini; bumbu atau bahan berkalori lain belum termasuk. Nilai bahan memakai Tabel Komposisi Pangan Indonesia (TKPI) 2017. Pembulatan dilakukan setelah penjumlahan.

Tentukan dulu satu porsinya berapa buah

Empat buah pada model sekitar 148 kkal, sedangkan enam buah sekitar 222 kkal. Jika satu cetakan lebih besar sehingga adonan hanya menghasilkan 10 buah, tiap buah sekitar 74 kkal. Jadi jumlah buah perlu dilihat bersama ukuran adonannya.

Untuk buatan rumah, tulis jumlah hasil dan hitung bagian yang dimakan. Bila sebagian adonan tertinggal, tidak semua energi bahan otomatis masuk ke kue yang jadi. Model di sini mengasumsikan semua bahan terpakai agar cara hitungnya terbuka.

Tambahkan topping berdasarkan beratnya

Cokelat tabur, krim, keju, dan susu kental manis tidak mempunyai satu nilai yang dapat disamakan. Gunakan label produknya. Misalnya, jika label suatu topping memberi 500 kkal per 100 gram, tambahan 10 gram berarti 50 kkal untuk porsi yang menerima topping tersebut. Ini contoh aritmetika, bukan label merek tertentu.

Bila topping dibagi untuk beberapa porsi, bagi sesuai jumlah yang benar-benar diterima, bukan semua topping di meja. Satu lapisan tipis dan tumpukan topping tentu perlu asumsi berbeda.

Setengah matang bukan jalan mengurangi kalori

Adonan yang belum matang tidak otomatis mempunyai energi lebih rendah dari bahan yang sama. Pada resep dengan telur dan tepung mentah, keamanan pangan juga perlu diperhatikan. FDA menyarankan telur dimasak sampai matang; untuk pilihan praktis, minta kue matang penuh. Rujukan keamanan telur FDA menjelaskan dasar penanganan tersebut.

Kue cubit juga berbeda dari pukis. Saat mencatat di Ruang Seimbang, tentukan jumlah kue serta toppingnya lebih dahulu. Dengan begitu, satu “porsi” mempunyai arti yang jelas dan catatan berikutnya lebih mudah dibandingkan.

← Kembali ke semua artikel