Pevita Pearce Mengutamakan Tidur: Pelajaran di Balik Rutinitas Perawatan Diri
Pevita Pearce pernah menekankan tidur dalam perawatan diri. Jadikan inspirasinya untuk meninjau rutinitas malam, bukan mengejar janji kecantikan.

Ketika membicarakan perawatan diri, pikiran sering langsung menuju produk atau rangkaian langkah baru. Padahal, ada kebiasaan dasar yang mudah tersisih justru ketika jadwal sedang padat: memberi ruang untuk tidur. Bagaimana kalau langkah pertama bukan menambah ritual, tetapi meninjau akhir harimu?
← Kembali ke semua artikelDalam wawancara ELLE Indonesia pada 16 Maret 2024, Pevita Pearce menekankan pentingnya tidur dalam pandangannya tentang perawatan diri. Itu merupakan pengalaman dan pendapat personal, bukan bukti bahwa tidur menghasilkan kondisi kulit yang sama pada setiap orang. Namun, ceritanya dapat menjadi pembuka untuk melihat kebiasaan malam secara lebih realistis.
Jangan hanya menetapkan jam tidur, lihat apa yang mendahuluinya
Target tidur lebih awal sering berhenti sebagai niat karena aktivitas sebelumnya tidak berubah. Pekerjaan masih berjalan, makan malam belum selesai, dan tugas rumah baru dimulai. Menambah alarm “waktunya tidur” belum tentu menyelesaikan rangkaian tersebut.
Coba telusuri satu malam biasa. Kegiatan apa yang paling sering mundur? Mana yang wajib dilakukan dan mana yang bisa dipindahkan? Dengan melihat urutannya, kamu bisa memilih perubahan yang lebih konkret daripada sekadar memaksa mata terpejam pada jam tertentu.
Misalnya, sebagian persiapan esok hari dapat dilakukan lebih awal. Atau kamu perlu membuat batas komunikasi kerja yang disepakati, jika memungkinkan. Pilih perubahan yang berada dalam kendalimu; tidak semua tanggung jawab dapat diselesaikan dengan nasihat untuk lebih disiplin.
Rutinitas malam tidak harus menjadi proyek baru
Ada banyak inspirasi tentang jurnal, membaca, peregangan, atau perawatan kulit panjang. Kamu boleh memilih yang dinikmati, tetapi tidak perlu mengerjakan semuanya agar malam dianggap berhasil. Daftar yang terlalu panjang justru dapat menunda waktu beristirahat.
Buat versi singkat yang sesuai kebutuhan. Contohnya menyelesaikan kebersihan diri, menyiapkan barang penting, lalu memilih kegiatan tenang yang kamu sukai. Susunannya tidak harus sama dengan seorang figur publik atau konten yang sedang ramai.
Jika sebuah ritual sering dilewatkan karena terlalu merepotkan, sederhanakan. Tujuannya membantu perpindahan dari kesibukan menuju istirahat, bukan menghasilkan checklist baru yang membuatmu merasa tertinggal.
Perhatikan hubungan jadwal makan dan kegiatan malam
Sebagian orang baru sempat makan setelah pulang sangat larut. Orang lain menunda makan karena masih sibuk, lalu merasa terlalu lapar menjelang tidur. Tidak ada satu jadwal yang cocok untuk semua pekerjaan, tetapi pola tersebut layak diperhatikan.
Kamu bisa menyiapkan pilihan makan yang lebih mudah atau meninjau kapan kebutuhan makan dapat dipenuhi dalam jadwalmu. Jika ada keluhan pencernaan atau gangguan tidur yang menetap, bicarakan dengan tenaga kesehatan. Jangan menebak penyebabnya hanya dari satu kebiasaan yang kebetulan terjadi bersamaan.
Begitu pula dengan olahraga malam. Lihat bagaimana tubuh dan jadwalmu merespons, bukan langsung menganggap semua sesi malam buruk atau semua orang harus latihan pagi. Ruang untuk pulang, makan, dan bersiap tidur tetap perlu dihitung.
Evaluasi kenyamanan, bukan menjanjikan wajah tertentu
Inspirasi selebritas sering berubah menjadi janji penampilan yang terlalu spesifik. Padahal kondisi kulit dan rasa segar dipengaruhi banyak faktor. Meniru rutinitas tidur seseorang tidak menjamin hasil visual yang sama.
Ukuran yang lebih dekat dengan keseharian adalah apakah rutinitas lebih mudah dijalani, apakah kesempatan beristirahat lebih terlindungi, dan apakah ada keluhan yang perlu ditindaklanjuti. Jika kesulitan tidur terus berulang atau mengganggu aktivitas, mencari penilaian profesional lebih berguna daripada terus menambah ritual sendiri.
Catatan sederhana tentang jadwal dan keluhan dapat membantu percakapan tersebut. Kamu tidak perlu mengubahnya menjadi perlombaan mendapatkan malam sempurna setiap hari.

Kesimpulan: perawatan diri juga membutuhkan ruang berhenti
Cerita Pevita mengingatkan bahwa merawat diri tidak selalu berarti menambah produk atau kegiatan. Meninjau rangkaian malam, menyederhanakan persiapan, dan memberi perhatian pada keluhan merupakan langkah yang lebih dekat dengan kebutuhan nyata.
Artikel ini merupakan ulasan editorial, bukan dukungan Pevita Pearce terhadap produk.
Sumber dan konteks
ELLE Indonesia, wawancara 16 Maret 2024. Ditinjau 9 Oktober 2026.
CDC: tidur dan kapan mencari bantuan. Ditinjau 9 Oktober 2026.